Artikel

Metode Identifikasi Health Hazard

Metodology Kegiatan Health Risk Assesment dapat dijabarkan sebagai berikut:

Metode Identifikasi Health Hazard

Langkah pertama manajemen risiko kesehatan di tempat kerja adalah identifikasi atau pengenalan bahaya kesehatan. Pada tahap ini dilakukan identifikasi faktor risiko kesehatan yang dapat tergolong fisik, kimia, biologi, ergonomik, dan psikologi yang terpajan pada pekerja. Untuk dapat menemukan faktor risiko ini diperlukan pengamatan atau Walk Through Survey terhadap proses dan kegiatan produksi, bahan baku yang digunakan, bahan atau barang yang dihasilkan termasuk hasil samping proses produksi, serta limbah yang terbentuk proses produksi. Pada kasus terkait dengan bahan kimia, maka diperlukan: material safety data sheets (MSDS) untuk setiap bahan kimia yang digunakan, pengelompokan bahan kimia menurut jenis bahan aktif yang terkandung, mengidentifikasi bahan pelarut yang digunakan, dan bahan inert yang menyertai, termasuk efek toksiknya. Ketika ditemukan dua atau lebih faktor risiko secara simultan, sangat mungkin berinteraksi dan menjadi lebih berbahaya atau mungkin juga menjadi kurang berbahaya. Sebagai contoh, lingkungan kerja yang bising dan secara bersamaan terdapat pajanan toluen, maka ketulian akibat bising akan lebih mudah terjadi.

1.  Identifikasi Isu Risiko Fisika ditempat kerja

  • Peralatan kerja sebagai sumber bising atau hasil dari proses kerja yang menyebabkan suara bising.
  • Kegiatan kerja yang menimbulkan getaran lokal pada lengan atau getaran yang mempengaruhi seluruh tubuh.
  • Apakah lingkungan tempat bekerja mempunyai suhu ektrim panas atau dingin.
  • Apakah ventilasi cukup adequate.
  • Sirkulasi udara ruangan cukup baik.

2. Identifikasi Isu Risiko Kimia ditempat kerja

  • Terdapat paparan zat kimia pada pekerja secara langsung maupun tidak langsung.
  • Apa bentuk bahan kimia yang dipakai pekerja (solid, gas, liquid).
  • Bagaimana dampak pada pekerja jangka pendek dan jangka panjang.
  • Pengendalian yang dilakukan ditempat kerja.

3. Identifikasi Isu Risiko Biologi ditempat kerja

  • Bagaimana sumber air minum pekerja.
  • Bagaimana sumber air sanitasi dan tempat pembuangan sampah yang mungkin dapat menyebabkan cross contamination.
  • Sumber dan manajemen pengendalian terhadap legionella.
  • Bagaimana pengelolaan penyedia makanan dan kantin pada pekerja.
  • Bagaimana sistem pendingin ruangan untuk pekerja.
  • Kemungkinan penyebaran melalui pekerja, serangga, tikus sebagai pembawa sumber penyakit.

4. Identifikasi Isu Risiko Ergonomi ditempat kerja

  • Pekerja dengan mengangkat beban.
  • Pekerja dengan gerakan berulang.
  • Pekerja dengan posisi kerja janggal atau tidak wajar.
  • Pekerja dengan posisi statis dalam waktu lama.
  • Pekerja dengan pakaian pelindung yang dapat membatasi gerak.
  • Pekerja dalam melakukan aktifitas kerja memerlukan kekuatan tenaga lebih.

5. Identifikasi Isu Risiko Psikologik ditempat kerja

  • Berkaitan dengan organisasi kerja seperti kerja shift, Rotasi kerja, sumber daya, beban kerja.
  • Berkaitan dengan rekan kerja seperti adanya pelecehan, diskriminasi, intimidasi, serta kekerasan.
  • Berkaitan dengan restrukturisasi serta pemindahan, perubahan struktur hingga pemindahan tempat kerja.
  • Pekerja terisolasi dari keluarga, teman serta jaringan network lainnya ataupun bekerja sendiri.
  • Masalah dalam budaya, keyakinan serta bahasa.
  • Adanya kerja monoton.
  • Kerja lembur atau overtime
  • Tidak ada fasiltas untuk mengurangi risiko psikologik ditempat kerja

Tahapan Penilian dalam Healt Risk Assesment (HRA)

Save