Artikel

Teknik Sampling dan Pengukuran Indoor Air Quality

Setelah sebelumnya kita membahas identifikasi sumber polutan kimia, untuk selanjutnya kita membahas tentang Teknik Sampling dan Pengukuran Indoor Air Quality.

Teknik Sampling dan Pengukuran Indoor Air Quality meliputi:

  1. Carbon Monoksida & Carbon Dioksida (CO & CO2)

Pengukuran kedua senyawa tersebut dilakukan dengan mempergunakan CO & CO2 meter (Direct reading). Dimana alat ukur akan di pasang pada lokasi pengukuran yang telah di tentukan. Setelah alat dinyalahkan, tunggu beberapa waktu, sampai detector alat mengidentifikasikan adanya CO & CO2

  1. VOC`s & Formaldehide

Pengambilan sampel ini dilakukan dengan memakai zat penyerap (absorpsi), dimana Charcoal dipakai sebagai media absorpsi. Teknik samplingnya adalah dengan menyambungkan media penyerap dengan pompa vakum, dimana aliran udara yang melewati media vakum di atur sedemikian rupa dan dalam jangka waktu tertentu. Hasil Sampling kemudian di bawa ke Laboratorium untuk di analisa dengan memakai Gas Chomatograpy (GC).

  1. Amonia, Nitrogen Dioksida, Sulphur dioksida dan Oksidan

Sama halnya dengan sampling VOC dan formaldehyde, seluruh senyawa ini di tangkap oleh larutan penyerap yang di hubungkan dengan pompa vakum. Dengan demikian, udara yang di sampling akan melewati larutan penyerap dalam jangka waktu tertentu. Hasil sampling nantinya di bawa ke laboratorium untuk di ukur dengan spectrophotometer UV-VIS.

  1. Pengukuran Mikroba di udara

Tujuan dari pengukuan parameter ini adalah mengetahui seberapa besar angka kuman dalam hal ini Jamur dan Bakteri yang terdapat dalam udara ruangan kerja. Sumber dari Jamur dan Bakteri dalam ruangan kerja adalah berasal dari sumber alami yang memang keberadaanya di alam sudah ada dan bersumber dari manusia serta adanya proses pembusukan. Angka mikroba di udara sangat tergantung pula pada kondisi iklim dari ruangan yang ada.

Selain dari pengukuran mikroba di udara, jenis bakteri lain yang tidak kalah penting harus di perhatikan adalah adanya Bakteri Lygonella di saluran udara yang menyuplai udara ke dalam ruangan. Biasanya, jenis bakteri ini banyak di temukan pada sumber pengaturan udara, dimana lingkungan seperti itu sangat mendukung kehidupan dan perkembang biakan bakteri jenis tersebut.

Metode Sampling dan pengukuran dari parameter mikroba ini adalah dengan memakai meted pour plate, dimana media perkembang biakan bakteri dan jamur akan di tempatkan dalam cawan. Cawan tersebut akan di letakan pada titik sampling, setelah itu dilakukan inkubasi guna melihat dan menghitung jumlah bakteri dan jamur yang ada.

  1. Pengukuran Radiasi Gelombang Elektromagnetik

Metode sampling dan pengukuran parameter ini memakai Lundum type 19 untuk radiasi ionic dan alat elektromagnetik meter untuk mengetahui adanya gelombang elektromagnetik di ruangan. Alat tersebut direct reading, hasil pembacaan alat akan di tulis dalam laporan hasil uji.

  1. Pengukuran Debu PM 2.5 dan PM 10

Metode sampling debu PM 2.5 dan PM 10 mengacu pada SNI methode dimana dikenal juga dengan metode Gravimetri (penimbangan berat filter).  Filter yang telah di ketahui berat awalnya dimasukan dalam cyclone dan di hubungkan dengan pompa vakum (high vacuum pump). Setelah dilakukan sampling dalam jangka waktu tertentu, filter tersebut di timbang kembali di Lab dan selisih dari berat awal dan akhir merupakan berat debu yang ada di udara ruangan yang di sampling.

  1. Pengukuran Suhu, Laju Alir dan Kelembapan 

Metode ke tiga parameter tersebut diatas menggunakan metode best practise. Dimana seluruh pengkuran memakai alat yang mempunyai kemampuan langsung membaca hasil pengukuran. Catat seluruh hasil pengukuran dan masukan ke dalam laporan akhir.

  1. Pengukuran Kebisingan

Pengukuran kebisingan ruang kerja mengacu pada metode SNI. Mempergunakan alat sound level meter